Home Decor Wishlist: Grey Sofa (Inspirasi Sofa Minimalis – Warna Abu-Abu)

For those whose friends with me for a long time knows that my favourite colour keeps changing. In my childhood, I love blue. There are times that I’m into purple. Growing up, I prefer green, turquoise or mint. Recently, I can’t decide on only one, two or three favourite colours. I decided that I’m into pastel soft colour 🙂

But for my wardrobe and home interior, I am a monochrome person. Simply minimalist. Especially for home interior, since my husband won’t let me paint the front door with Rose Quartz or Hint of Mint from Pantone.

Monochrome home it is. Black, white and grey will be the colours that you will find the most in our home later. One item that will definitely be there is a grey sofa. If you check one of my Pinterest board called House&Furnish, I’ve just realised that I pinned so many images with the grey sofa in it. I can picture it in my living room already.

Will it be boring or dull, you ask? Not at all. There are so many ways to make the grey sofa awesome, like…

Pair it with bright and bold colour cushion

via freshoom
via decor8blog
via decor8blog

… or some black, white and patterned cushion

via designheaven
via stylizimo
via fargebarn

… or add some prints in the background

via thedesignchaser
via thedesignchaser
via designattractor

Since grey is neutral, we can play with so many colours, shape and pattern with it. Isn’t it fun?


Home Decor Wishlist: Ikea Raskog Trolley (Inspirasi Raskog Trolley Ikea yang Multi Fungsi)

Happy weekend!

Di Indonesia sepertinya lagi banyak hari kejepit yaa. Kalau disini, masih dua hari sebelum midterm breaks benar-benar selesai. I went to Goldcoast yesterday and had a very good time there. Before posting about my gold coast trip, I would like to share about one of my favorite items from IKEA.

Since the very first time IKEA came to Indonesia, I’ve been eyeing this item called Raskog Trolley. Not just for its flashy mint color, but I also think it is unique and versatile. If I didn’t remember how full my apartment was, I would have bought it.

Ini lhooo yang namanya Raskog Trolley. Available in black, turquoise, red brown and beige. Di Queensland harganya $69, sedangkan di Jakarta Rp.799.000. Nggak beda jauh lah ya.


I almost forgot the Raskog Trolley, until today I saw an article by Apartment Therapy “10 Ikea Hacks to Keep Your Houseplants Happy”. In that article, the Raskog Trolley is used as a houseplant. It looks very pretty. It reminds me that when I moved to the new house later, I should put this Trolley on my buying list.

What am I going to do with this Trolley? Let’s check the ideas and inspirations:

As a nightstand/bedside table



As a snack/breakfast bar




As a herbs corner



As a side table in the living room, perfect for small size living room




As a shoe trolley near the door



Among all those inspirations out there, these five are my favorites. I can totally imagine those things are in my home. Should I buy more than one then? *kekepin dompet*

do you agree now, that this item is totally a must have item? 🙂



6 Easy Mug Cakes Recipes

Happy easter breaks everyone!

Unlike in Indonesia, most stores and shops here are closing in public holidays. Since my husband also has just finished his midterm exam, staying at home and doing nothing will be our agenda for sure. Why don’t I made some mug cakes?

Mug cakes could be the best dessert choice for those who doesn’t like the complicated baking process (but super love sweets!) or those who doesn’t have a proper oven for baking. Or having both reasons, like I am! I think anyone who comes up with this mug cake idea is a genius! 😀

These are the 5 easiest (and looks super tasty) which I collected from Pinterest. Oh, I love Pinterest.

Simply click the image to get the full recipe

Apple Pie Mug Cake


As a fan of apple pie. I’m so happy to found this recipe. How come a tasty apple pie made in only 3 minutes? Whoaa..

Flourless Peanut Butter Mug Cake


This is the easiest for sure. Only need 3 ingredients. My husband also a huge fan of peanut butter.

Oatmeal Cookie Dough


This cookie is definitely healthy. Instead of full cream milk and wheat flour (gluten!), it used almond milk and coconut flour. More reasons to eat some more.

Vanilla Bean Mug Cake


I love how vanilla bean smells. Good thing is, I can easily found this vanilla bean here in Coles.

Nutella Mug Cake


There’s no such thing as too much Nutella! Because everything with Nutella must be tasty, right?

Eggless Blueberry Microwave Mug Cake


I was about to post only 5 recipes, but then this blueberry mug cake worth one more spot. I love blueberry but sometimes I can not resist the sour taste. Make them into cake seems like a great idea!


Now, which mug cake should I try first? Which one’s your favorite?


Super Easy Pasta Recipe for Sunday Supper

Happy weekend..

Biasanya kalau weekend gini, saya suka males masak yang aneh-aneh. Pinginnya yang nggak ribet. Kebetulan saya dan si-mas sama-sama suka banget pasta. Jadi hampir setiap weekend masak pasta.

Selain enak, banyak varian masakan pasta yang gampang banget bikinnya. Ini beberapa resep pasta favorit saya. Source dan resepnya bisa langsung di klik di gambarnya yaa 🙂

One Pan Tomato Basil Pasta


Bahannya gampang banget, cuma herbs, tomat dan basil. Kalo males bikin tomato paste sendiri, tinggal beli yang kalengan. Kalau basil fresh nya susah, tinggal beli yang kering 🙂

Italian Sausage Rigatoni


Alternatif kalo bosen sama spaghetti/fettucini, bisa cobain pake rigatoni. Cuma karena bentuknya yang besar, jadi waktu merebusnya agak sedikit lebih lama dari spaghetti/fettucini. Rigatoni juga enakkk kalo dipanggang.

Parmesan Garlic Spaghetti


Ini bener-bener juara gampangnya. Cuma butuh 5 bahan aja : Spaghetti, butter, garlic, parmesan cheese, sama black pepper. Untuk optiobal, bisa tambah fresh parsley atau dried parsley

Penne with Moroccan Mergeuz Cream Sauce


Kalo yang ini special doyanan si-mas : Mergeuz aka sosis kambing 😀 Berhubung mergeuz udah enak jadi diapain aja juga enak siih. Btw, mergeuz kayaknya emang susah cari di Indo. Diganti dengan sosis biasa juga enak harusnya

Semoga bisa jadi tambahan inspirasi masakan pasta yaa 🙂


Pineapple for Home Decor, Aloha!

Nah, this isn’t about that mega viral PPAP song. It’s about how I love the pineapple. Since I’m not allowed to consume them, I still can use them to beautify my home.

I might a bit late for this trend but I think pineapple never out of style 🙂

Not only delicious and good for your health, apparently pineapple also looking good in your wall, bedroom, kitchen, bookshelves and many more.

So here it is.. Few of pretty pineapple things that I love. I really really wish I can easily get them here 😀

These pineapple crown looks so stylish as a wall decor


Definitely more fun than common “welcome” doormat


Pretty for the bookshelf


Not a yellow color fan? They looks good on monochrome too


By the way, to know where you’ll get the cute stuffs above, simply click the image since I put the sources there 🙂


KonMarie Method Changes My Habit

Processed with VSCO with hb1 preset

“Pernahkah Anda berbenah gila-gilaan, tetapi tak lama berselang mendapati bahwa rumah atau ruang kerja Anda telah kembali acak-acakan?”

 Kalimat kojo diatas yang bikin saya langsung nggak sabar nyontek tips nya KonMarie ini. Sejak nikah dan tinggal sendiri, kemudian nggak ada mbak yang bantuin beberes, saya mulai ngerasain banget tricky nya beberes rumah. Udah mau beresin gila-gilaan juga cepet banget berantakannya lagi.

 Sesuai gambar yang udah mejeng paling atas, buku ini berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up, oleh Marie Kondo. Metode beres-beres nya kemudian dinamakan KonMarie method. 

 What’s so special sih dari kegiatan beres-beres rumah? Kenapa sampe life-changing banget?Duh banget lhooo, terutama untuk ibu rumah tangga atau siapapun yang tinggal sendiri dan harus beresin rumahnya sendirian. Somehow, KonMarie method ini ngajarin kita cara beres-beres yang bikin nggak gampang berantakan lagi.

 Basically saya nggak akan jelasin panjang lebar gimana intinya KonMarie method ini. Karena sebenarnya metode ini udah banyak sekali dibahas dan ditulis artikelnya. Coba googling dan cek di youtube tentang KonMarie Method ini, you’ll find so many people explains it interestingly. Two of my favorite articles about it are from LivingLoving and Kayla in The City.

 Yang akan saya tulis disini adalah  kalimat-kalimat menarik yang saya temukan di buku , mulai dari tips sampai dengan bad habit  saya dalam menyimpan barang, dan saya lumayan yakin kalo bad habit ini juga banyak dilakukan orang-orang sekitar saya. Okey, ready?


 Ha! This is exactly what I did. Biasanya untuk baju-baju atasan atau celana bahan yang dirasa udah nggak kece untuk dipakai keluar rumah, tapi terlalu sayang untuk dibuang. Solusinya : Donate! Baju-baju yang tertimbun lama di lemari akan sangat bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkan 🙂


…. dan juga berlaku untuk pakaian. Please check this cute Vlog from Lavendaire. Disitu dia banyak contohin cara melipat pakaian ala KonMarie, jadi bisa di berdiriiin.Saya udah coba, dan emang efektif banget bikin lemari baju nggak gampang berantakan, karena semua baju kita keliatan dan gampang ambilnya tanpa ngeberantakin yang lain.

 Tapii…. sepertinya kalo dengan metode kayak gini, bagusnya emang model lemarinya yang drawer yaa. Bukan berarti kalo lemari model kotak-kotak yang common di Indonesia nggak bisa. Bisa juga, cuma nggak se-rapi dan se-efektif drawer. 


Untuk book hoarder kaya saya, kalimat diatas ngena banget. Sukanya beli-beli buku tapi kemudian belum semuanya dibaca. Menurut KonMarie, tumpukan buku-buku yang belum pernah / belum selesai dibaca, tapi udah tertunda berbulan-bulan lamanya, berarti nggak lagi menarik buat kita. 

Make sense sih. Kalo saya penasaran banget sama sebuah buku, pasti akan berusaha banget make time untuk nyelesein buku itu.

Well. sepertinya udah saatnya dadah-dadah sama tumpukan buku-buku itu ..


Siapa yang yang nyimpen garansi dan manual alat elektronik? Hampir semua orang deh kayaknya. Sadar nggak sih kalau garansi itu kan seringkali cuma berlaku satu tahun? Jadi udah berapa banyak garansi kadaluarsa yang kita simpan?

 Berlaku juga untuk buku manual. Saya adalah tipe yang nggak pernah baca buku manual sebelum menggunakan alat untuk pertama kalinya. Sedangkan suami saya kebalikannya. Jadi saya masih simpan semua buku manual alat-alat itu. Tapii.. karena umur alat-alat itu juga mostly umurnya lebih dari 6 bulan, sepertinya udah harus saya buang.

Does KonMarie method changes my life?


Saya nggak sabar pingin cepat beres-beres setelah baca buku ini. Proses beres-beres juga saya nikmati benar. Hasilnya?

3 Kardus pakaian untuk di donasikan, 2 kardus buku, dan 3 kantong plastik besar sampah. Lemari pakaian saya udah bertahan 3 minggu tidak berantakan. Begitu juga dengan laci aksesoris dan rak buku.


 Beres-beres itu seru lho, bener deh. Cobain yuk!


Home Buying for Dummies


Setelah kurang lebih dua tahun tinggal di lantai 20, saya dan suami mulai kepingin beli rumah yang napak tanah 🙂 

Berhubung kami sama-sama amatir, jadi bingung banget mulai dari mana. Googling di situs jual-beli rumah sampai dateng ke pameran sampe beberapa kali. Sebenernya banyak banget sih pilihan rumah di luar sana. Tapi justru saking banyaknya itu yang bikin kita baru dapet yang pas sesuai lahir batin, setelah dua tahun.

 Well,untuk yang mau pertama kali beli rumah juga, ada beberapa hal yang bisa saya share disini ya

  1. Tentukan budget maksimal.

     Ini yang paling penting biar nggak besar pasak daripada tiang hehe. Jangan sampe maksain diri beli rumah mewah tapi tiap bulan stress mikirin cicilan. Nanti setelah ada maksimal budget baru deh bisa dikerucutkan lagi kategorinya, seperti lokasi rumahnya dimana, tipe atau ukuran rumah berapa, dan sebagainya. 

  2. Tentukan lokasi. 

    Lokasi bukan cuma sekedar domisili. Tapi bisa lebih detail lagi, apa harus terletak di dalam cluster/komplek atau di pinggir jalan besar juga oke? Kalo saya sih udah dadah-dadah sama Jakarta. Karena harga rumah di Jakarta udah nggak masuk akal. Kalaupun ada yang masuk budget di Jakarta, lingkungannya udah nggak suka. Jadi saya personally, prefer di pinggiran Jakarta, tapi dekat dengan transportasi umum, terutama stasiun. Selain itu, neigborhoodnya juga harus aman dan nyaman. Nggak terlalu jauh ke tempat umum seperti masjid, rumah sakit, atau sekolah. Poin lain yang agak lumayan penting buat saya : ada gojek dan uber hehe.

  3. Rumah baru atau rumah second?

    Ada plus minus nya sih ya masing-masing. Kalau saya sebenarnya dari awal nggak punya target harus rumah baru. Cuma beberapa kali survey ke rumah second nggak ada yang sreg. Dari segi harga, nggak beda jauh dengan rumah baru. Plus kita masih harus keluar biaya lagi untuk perbaikan sana-sini.

  4. Spesifikasi bangunan.

    Untuk poin ini sesungguhnya saya nggak ngerti-ngerti amat. Jadi kemaren pas hunting butuh konsultasi ke yang ngerti pertukangan. Ini lumayan penting supaya kita tau kualitas rumah, dan apakah valueable dengan harga jualnya. Plus biar nggak ditipu-tipu.

  5.  Rajin survey dan datengin langsung.
    Iklan rumah masa kini tus banyak yang menyesatkan. Maksudnya, informasi yang tertera di iklan terkadang nggak sesuai. Yang katanya 10 menit dari mall A ternyata nggak bisa setengah jam. Di iklan juga seringkali nggak ada info lingkungan sekitar gimana. Jadi harus langsung datengin lokasinya, liat sendiri. Selain itu coba googling-googling atau kalo langsung datengin bisa tanya penduduk sekitar juga. Developernya credible atau nggak, lokasinya banjir nggak,tanah nya bermasalah atau nggak dan sebagainya…

  6. Jangan pake emosii dan jangan impulsif. 
    Ini rumah lho, bukan kacang goreng. Emang ada ya yang beli rumah kaya kacang goreng? Hehe ada banget! Apalagi kalo dateng ke expo-expo yang suka banyak promo yang harus pake rebutan. Kalau untuk saya, dateng expo itu untuk dapet informasi ada rumah dimana aja sih yang menarik. Tapi tentunya nggak bisa langsung ambil keputusan di tempat.

Hunting rumah itu emang ngebingungin, terutama untuk yang pertama kali kaya saya. Buat yang ngerasa clueless, yes I feel you, I’ve been there. Alhamdulillah sekarang udah menetapkan hati pada 1 rumah. Tinggal memasuki masa-masa ngirit belanja demi lunas nya cicilan rumah (EMOTICON TANGAN OTOT). Saya percaya bahwa sesungguhnya cari rumah impian itu ibarat cari jodoh dan kalau udah jodoh nggak akan kemana (pasti dapet). Goodluckkk folks 🙂sign