The Breathtaking Sunset View at Shorncliffe Pier, Brisbane

IMG_20170714_204418_314

Memenuhi komitmen saya di post sebelumnya , destinasi selanjutnya di winter break kemarin adalah Shorncliffe Pier.

Jadii Shorncliffe pier ini adalah dermaga kayu terbesar di Brisbane dan udah ada sejak tahun 1880an. Awalnya dibangun untuk menghubungkan Brisbane dan suburbs Sandgate. Setelah beberapa kali di renovasi, sekarang jadi salah satu dermaga wisata yang terpanjang di Australia.The picturesque old school timber pier.

2017-08-15 12.17.28 1

Shorncliffe pier ini lokasinya masih di area Brisbane, tepatnya di bagian northeast nya Brisbane. Dari Brisbane CBD, membutuhkan waktu sekitar 45 menitan by train, yaitu line Shorncliffe train. Turun di Sandgate Station dan jalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke pier nya.

Sebenernya bisa turun langsung di Shorncliffe Station instead di Sandgate station. Tapi somehow menurut google maps, jalan kakinya lebih jauh kalo dari Shorncliffe Station. Plus pointnya, kalau kita turun di Sandgate Station, kita akan ngerasain pemandangan suburbian Sandgate dulu.

Duh sandgate ini lingkunganya cantik banget. Saya sempet bilang sama suami dan beberapa teman, kalau memang harus stay for good di Brisbane, saya mau tinggal di Sandgate ajaaa. Rumahnya cantik-cantik, lingkungannya bersih dan teratur (walaupun lingkungan di Aussie memang mostly begitu), kota kecil kuno yang homey gitu lho. Saya nggak banyak foto lingkungannya karena keburu amazed hehe. Ini beberapa foto yang saya “quote” dari beberapa website. Kindly click the image to find out the source yaa.

Old-Sangate-Baptist-Church-Circa-1890-Flinders-Parade-Sandgate-Queensland_0
Source: mustdobrisbane.com
sandgate-town-hall_2
Source: mustdobrisbane.com


Semakin mendekat ke arah laut dan si Pier nya, kita akan ngelewatin yang namanya loverswalk. Lucu ya namanyaa. Loverswalk ini sebenernya sideway sepanjang laut aja. Loverswalk ini sering dipakai penduduk sekitar untuk jogging dan walking the dog. Dog lovers kayak saya seneng banget disini bisa cuci mata liat banyak guguk gemes. Daan bukan Aussie namanya kalau di open-space kayak gini nggak ada fasilitas untuk Barbie alias BBQ-an.

 

2017-08-15 12.17.27 1

2017-08-14 06.02.32 2

Jalan terus menelusuri Loverswalk, sampai deh di famous pier nya Shorncliffe. Di pinggir-pinggir dermaga banyak orang yang mancing disini. According to this blog, Shorncliffe is one of the best fishing spot in Queensland . No wonder banyak yang mancing, sampai disediakan  tempat untuk nyuci ikan nya segala dengan keran air yang terpisah dari tap water. Jadi kalau mau minum disini, jangan ketuker minum dari keran air untuk nyuci ikan yaa

2017-08-15 12.17.28 2

2017-08-15 12.17.26 2

Menjelang sunset makin ramai orang-orang yang emang sengaja mau menikmati sunset disini. Nggak salah deh kalau nonton sunset disini. View dari dermaga yang emang udah cantik di siang hari, langsung bertambah kali lipat pas sunset. Menjelang sunset, langitnya berubah jadi pinkish purple kayak gini lhooo. Cantik yaa.

2017-08-14 06.02.29 2

2017-08-15 12.17.25 2

IMG_20170714_170644_833

Processed with VSCO with s1 preset

Next time kesini sambil BBQ aah 🙂

sign

Advertisements

Noosa Main Beach for Winter Break Trip

Processed with VSCO with c2 preset

Salah satu alasan saya bersyukur bisa ngerasain tinggal di Australia adalah banyaknya pantai cantikk. Sebagai anak pantai, saya happy banget disini banyak pantai cantik yang bisa di cobain satu-satu. Winter break kemarin sempet dateng ke dua dari sekian banyak list pantai disini. Salah satunya adalah Noosa Main Beach.

Processed with VSCO with c2 preset

If you wonder, “winter kok main di pantai? nggak salah?”. Kalau tinggal di Queensland-Brisbane sih justru winter itu saat yang paling tepat untuk mantai, yaitu ketika langit lagi cantik-cantiknya, matahari bersinar sangat generous, tapi angin nya masih adem-adem dingin. Cozy weather banget deh untuk leyeh-leyeh, apalagi kalau pantai nya secantik ini.

Kalau sebelumnya saya super kesengsem sama Bondi Beach, New South Wales, sekarang nambah lagi pantai cantik disini yang bikin saya nggak kalah kesengsemnya. Bahkan menurut list ini  , Noosa Main Beach ini ada di urutan nomor 4 top beach di Australia (sedangkan Bondi sendiri nomor 10).

Processed with VSCO with c2 presetProcessed with VSCO with c2 preset

Masih bersebelahan dengan si cantik Noosa Main Beach, ada Noosa National Park. Yang nggak suka cuma santai berjemur matahari di pasir, bisa juga trekking di National Park nya. Kalau saya? Tentunya enggak. Cuma nyoba sampai first point nya aja udah ngos-ngosan hehe. Di National Park ini juga bisa camping lho by the way. Kalau yang mau informasi detail tentang walking track dan camping nya bisa cek langsung websitenya disini yaa

Processed with VSCO with c2 presetProcessed with VSCO with c2 preset

Berlokasi di Sunshine Coast, Queensland, Noosa emang termasuk agak jauh sih. Dari Brisbane sendiri butuh sekitar 3 jam perjalanan via public transportation. Waktu itu saya naik train sekitar 2 jam dan lanjut lagi naik bis sekitar 1 jam (detailnya bisa dicek di sini). What a trip! Makanya sebenarnya, menuju Noosa Heads ini lebih nyaman roadtrip pakai mobil. Selain lebih fleksibel dan lebih cepat (karena tidak perlu nunggu jadwal public transportation), di perjalanan sebelum sampai Noosa Heads, kita akan lewat banyak tempat yang lucu-lucu. Salah satunya Eumundi Market.

Eumundi market ini semacam comunity market yang cuma ada setiap hari Rabu dan Sabtu. Recommended deh buat yang pingin cari cemilan atau sarapan sebelum main di pantai / trekking. Atau cuma sekedar cuci mata juga bisa banget. Yang dijual disini beraneka ragam, mulai dari makanan, local produce, handmade craft, art, sampai jewelry. Saya sempat mampir sebentar ke market nya karena penasaran, dan saya seneng banget muterin pasarnya. Padahal waktu saya kesana hari Rabu ya, tapi tetap rame dan meriah banget. Kota Eumundi nya sendiri menurut saya unik dan humble banget. Tatanan jalan dan bangunannya yang terkesan kuno dan antik. Berhubung nggak sempet foto-foto banyak di Eumundi, silahkan cek sendiri ke web resmi nya Eumundi Market ya

Processed with VSCO with c2 presetProcessed with VSCO with a6 preset

Next Post Plan : Another trip di winter break kemarin yaitu di Shorncliffe Pier. Yang ini nggak kalah cantik dari Noosa Main Beach 🙂

sign

Saturday Morning in The Davies Park Market

As I’m living around campus, my neighborhood is mostly occupied by students, and weekend means shopping day for us the students family. It is very common to see us in the street with our shopping cart and shopping bags in the weekend. Here, cooking our own food is way cheaper than eating out. Therefore, most students here are cooking their own food and shop their own groceries.

Among all places to shop, I love this community market called Davies Park Market. Located in the Davies park, West End, this market is held every Saturday from 6 am to 2 pm. Quoted from their official website here, Davies Park Market is “A weekly community event featuring music with fresh produce and healthy fast food, fashion, and gifts under a canopy of glorious giant fig trees. Davies Park Market West End has a wide array of products and produce that you won’t find anywhere else in Brisbane”

Processed with VSCO with hb2 preset

You barely can find anything here, from the organic produce, flowers, handmade accessories, to the brow threading stall. I love local fresh products with the competitive price. Also, there are some stalls which sell Asian vegetables and fruits.

Processed with VSCO with c1 preset

Processed with VSCO with hb1 presetProcessed with VSCO with s3 preset

Bukan cuma buat belanja groceries, disini juga bisa nongkrong. Disini ada beberapa kedai kopi (yang setiap pagi, antriannya selalu nggak santai), bakery dan beragam jenis makanan & snacks.  Ada juga musisi lokal yang suka ditontonin disini.

Processed with VSCO with  preset

Overall, I love the ambiance of shopping here. Kadang-kadang terasa hectic karena ramai dan pilihan barangnya banyak. But it is a good crowded though. The sellers seem passionate with what they produced and sells, and buyers like me seem exciting in choosing each product to bought. Setiap kesana sebenarnya saya pingin banyak foto-foto tapi yang udah-udah sih ke distract belanja ini itu.

Kalau di Indonesia, konsep farmers market ini sepertinya belum terlalu familiar ya. Walaupun sebenernya ada juga beberapa event yang konsepnya serupa, tapi seringkali variasi produknya terbatas dan segmented sekali. Plus lokasinya masih di mall. Padahal kalo menurut saya, di ruang terbuka hijau gitu yang bikin tambah seru.

Terinspirasi dari Davies Park Market ini, saya jadi pingin buat event serupa nanti di Jakarta/Tangsel. Ada yang mau ikut bantuin, mungkin? 🙂

sign

Goldcoast Trip : Sea World & Movie World (Warner Bros)

Happy Friday!

Processed with VSCO with s3 preset

The Gold Coast is home to many theme parks and beautiful beaches.

Mid-term break kemarin, kami ber-11 main ke Gold Coast untuk dua hari 1 malam. Sebenernya waktu baru sampai Brisbane sempet niat main ke Gold Coast sama keluarga, tapi karena cyclone Debbie itu, boro-boro mau ke Gold Coast ya kaan.

Gold Coast punya buanyak themeparks, mulai dari Dreamworld, Warner Bros Movie World, Sea World, Wet and Wild Water World, Whitewater World. Tentunya nggak mungkin didatengin semuanya dalam waktu dalam dua hari. Jadi trip kali ini dua themepark dulu aja : Sea world dan Movie world.

Buat yang mau main ke Goldcoast, mudah-mudahan detail trip ini bisa membantu yaa

How to go to the Gold Coast from Brisbane

Dari Brisbane, kami naik Gold Coast Train, tepatnya dari Roma Street Station Platform 4, dan turun di Nerang Station.

Sebenernya kalau mau langsung ke Movie World, lebih enak turun di Helensvale Station (tepat sebelum Nerang Station). Tapi karena mau check in dan titip tas dulu, jadi kami langsung menuju hostel yang lokasinya di surfers paradise.

Nah dari Nerang Station ke Surfers Paradise bisa lanjut bus 740, dan turun  di last stop yaitu Surfers Paradise, Cypress Ave. Bisa cek detailnya langsung di web Translink

Transportasi di Gold Coast juga pakai Translink, sama dengan yang di Brisbane. Jadi Go Card disini juga bisa kepake kok 🙂

Accomodation

Selama di Gold Coast, kami stay di Surfers Paradise, alasannya karena mendekati pantai dan pusat keramaian. Mau cari yang juga dekat themepark ternyata nggak memungkinkan. Karena most themeparks lokasinya jauh dari pantai. Cuma sea world yang lumayan dekat dari Surfers Paradise.  Tapi banyak akses transportasi untuk themepark itu kok dari Surfers Paradise. Ada bus TX1 , TX2 dan TX3 menuju themeparks seperti Movie World, Wet and Wild, Dream World. Untuk detail schedule dan rute nya bisa klik disini

Since we traveled with students budget, we chose hostel Bunk Surfers Paradise . We chose 1 unit of 6 bunk beds + 1 double bed and 1 unit of 2 bunk beds + 1 double bed. This is my first hostel experience, and I do not regret it at all. As a hostel, Bunk Surfers is pretty clean and comfortable. They also provide high-speed wi-fi, big communal kitchen plus free breakfast (self-service).  Another important thing is for such price, they have the best location. It is a walking distance to the surfer paradise beach, many shopping places (Woolworths & Coles), restaurants and the bus stop to the theme parks.

Untuk yang budgetnya lebih atau nggak mau hostel, sebenarnya banyak hotel apartmen di sekitar situ. Beberapa rekomendasi saya, Crown Renaissence Apartment / Mantra Towers of Chevron atau Vibe Hotel yang sedikit lebih murah. Keduanya berada di depan bus stop akses ke beberapa theme parks.

Processed with VSCO with hb1 preset
Nerang River ; Persis di depan bus stop menuju theme park

The Theme Parks 

 

Karena kita pasti akan balik lagi kesini, jadi kita prefer beli tiket VIP Magic Pass yang berlaku untuk 4 themepark (Warner Bros Movie World, Sea World, Wet and Wild, Paradise Country) dan berlaku sampai setahun. Happy nggak siih 🙂 🙂

Kita beli disini seharga AU$99,99. Ini rasanya best deal banget dibandingkan dengan beli online untuk masing-masing themepark. Karena kalau beli online, 1 themepark aja udah sekitar $80 sendiri dan cuma sekali masuk itu aja.

Eh ternyataaa pas sampe disana, ternyata banyak yang jual tiket themepark jauh lebih murah, rata-rata nawarinnya $30-$40. Rata-rata di kios-kios kecil pinggir jalan gitu. Tapi waktu itu saya nggak sempet nanya sih itu requirementnya gimana bisa se murah itu hehe.

Sea World

Kalau disini expect nya liat ikan-ikan di aquarium besar kaya di Ancol atau Sea Life nya Sydney, TETOOOOTT. Nggak ada deh yang kaya gitu disini. Ini lebih ke themepark yang temanya ocean. Jadi selain hewan laut, ada juga thrilling rides dan entertainment show nya.

Buat bocil, ada Nickelodeon disini. Spongebob dan teman-temannya plus Dora The Explorer and the geng ada disinii..

Click here for detail information about the animal, rides and entertainment in Sea World

Processed with VSCO with hb1 preset

Processed with VSCO with a5 preset
Jet Stunt Extreme

 

Processed with VSCO with a5 preset
Nickelodeon Land
Processed with VSCO with  preset
Dolphin Beach

Processed with VSCO with a5 preset
Dolphin Presentation

 

Movie World – Warner Bros

Nah kalau dibandingkan dengan Sea World, di Movie World ini nih lebih banyak rides nya. Mulai dari yang cemen buat bocil sampe yang bikin jantungan. Walaupun sepertinya, Dream World lebih banyak lagi thrilling rides nya. Jadi movie world ini in between lah. Yang cupu kayak saya masih sangat bisa menikmati kok 🙂

Tokoh-tokohnya warner bros itu ada Looney Tunes gang, Scooby Doo, Super Heroes nya DC seperti Batman, Superman dan Green Lantern. Click here for more information please

 Processed with VSCO with  preset

Processed with VSCO with nc preset

Surfers Paradise Beach

Beaachhhh… Sayangnya nggak puas banget nih mantai nya. Karena hari pertama keasikan di Sea World sampe sore banget, berenang di pantai malem nggak mungkin juga. Besok pagi nya juga Cuma sebentaran aja mantai nya. Dingiin bokk anginnya. Masih April padahal tapi udah dingin aja heu.

Processed with VSCO with a5 preset

Processed with VSCO with a5 preset

Processed with VSCO with c1 preset

By the way, di pantai ini setiap Rabu, Jum’at dan Minggu malam ada beachfront markets . Jadi di sepanjang pantai Surfers Paradise ada bazaar gitu. Yang dijual mulai dari pernak pernik handmade, baju-baju, shows sampai tiket themepark murah juga ada disini.

Waktu itu kita pas Rabu malam kesana. Walaupun bukan weekend, tetep aja rame lho. Dan karena lokasinya juga depan shopping centre persis jadi rame banget sampai malam juga.

Overall, Gold Coast tu emang hawa-hawa nya liburan banget deh. Somehow reminds me of Bali, walaupun ambience nya agak beda siih.

Yuk main ke Gold Coast yuukk..

sign

The Sydney Trip

Safe and Sound. Alhamdulillah sudah di Brisbane.

No more husband cook for himself. No more bad mood due to a bad wifi connection, during our video call. No more Long Distance Marriage. Yes, Thank you very much 🙂

Tapi sebelum Brisbane, saya sekeluarga mampir main dulu di Sydney. Let me share what we did in Sydney.

Australia and Their Strict Custom Regulation

Arrived in Sydney around 11.00 am. After queuing for almost an hour (Sydney airport is very crowded but organized) for immigration gate, I had to prepare myself to declared some goods that I brought in my luggage. Australian customs are very strict about food and other material products which entering their country.

Katanya sih lolos declare atau nggak nya makanan yang kita bawa, tergantung rejeki :D. Mostly kalau makanan instan sealed package selalu lolos, sedangkan makanan homemade macam rendang, abon, gitu, sering nggak lolos. Berhubung saya cuma bawa bumbu instan aja jadi sedikit tenang deh. Oh well, ternyata… dicek aja nggak. Baru nunjukkin kartu declare, saya udah langsung di lolosin disuruh keluar. Hooraay (*kemudian agak nyesel kenapa cuma bawa bumbu instan *LOL)

Dibawah ini ada contoh passenger card yang harus kita isi dan ditunjukkin untuk proses declare di custom.

custom card

Where we stay

Ibis Hotel Sydney World Square

Kita menginap di Hotel Ibis daerah World Square. Dari segi lokasi lumayan juara sih. Benar-benar di depan world square mall. Coles, Nando’s dan banyak restauran lainnya terjamin. Dekat dengan beberapa bus stop dan train station. Beberapa destinasi kita juga walking distance, seperti Queen Victoria Building, Paddy’s Market dan Darling Harbour.

For those who’s okay to spend a little more budget, I recommend to choosing any hotel in Darling Harbour or Circular Quay area. The view must be marvelous there.

First, let’s start with places that we went to. Since it is my family’s first time to Sydney, places we went to are very touristy (but still very pretty and must see).

Darling Harbour

I’ve been in Darling Harbour before to visit SEA Aquarium, but never in the night time (and Saturday). It turns out super pretty (and crowded).

IMG-20170325-WA0016

IMG-20170325-WA0019

Cantik banget ya Darling Harbour. Mau dinner with a view di cafe-cafe sepanjang Darling Harbour, atau cuma mau nyemil beli kopi atau eskrim sambil duduk-duduk di sepanjang harbour juga boleh banget. Sayang bukan pas summer kesininya. Karena kalau lagi summer (sekitar bulan Desember-Januari), disini suka ada fireworks for free 🙂

How to get there : dari daerah World Square ke Darling Harbour, saya jalan kaki sekitar 850 meter. Sebenernya bisa juga naik bis atau train, tapi rasanya jalan nya kok malah jauh dan nggak praktis. Kalau mau tetep taking train/bus bisa cek rutenya disini

Sydney Opera House and Circular Quay

Belum ke Sydney kalau belum ke Opera House ya kaan. Jadi hari kedua kami ke Opera House. Lucky us, it was sunny and the sun shines super bright. Agak panas sih tapi at least foto-foto nya bagus 😀

IMG_20170326_151529IMG-20170326-WA0035IMG-20170326-WA0033IMG-20170326-WA0032

Sydney Opera House berada di lingkungan Circular Quay. Jadi Quay itu yang menghubungkan Opera House dan Sydney Bridge. Dari depan Opera House juga bisa keliatan sih si bridge nya. Yang bisa dicoba buat yang suka bertualang, Climbing Over Sydney Harbour Bridge. Saya? Tentu tidaaaak 🙂 Udah dapet foto yang bagus aja udah happy banget wkwk.

How to get there : dari daerah World Square ke Opera House sekitar 2,6 km. Agak terlalu jauh untuk jalan kaki. Waktu itu sih saya mengandalkan Uber hehe. Hanya sekitar $9-$13 dolar. Karena kami ber-4, kadang-kadang Uber jadi lebih murah dari Bus/Train. Tapi yang mau tetep cobain public transport, lagi-lagi bisa dicek disini ya

Bondi Beach

Lucky us again. The day we went to Bondi Beach was super sunny. Perfect day to dip our feet in the cold sea water :). Bondi beach is….. Speechless bagusnya. Silahkan di scroll kebawah kalau mau ikutan speechless. No wonder sih Bondi Beach ini ada di beberapa bucket list orang-orang dan salah satu dari Best Sandy Beaches Version Lonely Planets

IMG-20170327-WA0024IMG-20170327-WA0012IMG-20170327-WA0008

How to get there : nah kali ini saya baru cobain naik bus, karena Bondi Beach memang agak jauh. Dari Ibis World Square jalan kaki sekitar 350 meter ke Museum Station Bus Stop Stand A, naik Bus 333 sampai depan Bondi Beach persisnya. Lebih detailnya bisa cek langsung di sini

Funny thing is, berhubung bis 333 ini memang tujuannya langsung Bondi Beach, jadi di dalem bis itu keliatan deh semua outfit passengersnya mau mantai semua. Bahkan beberapa bawa surfing board masuk bis.

Museum of Contemporary Art

Ini free entry kok by the way. Jadi yang ragu-ragu biasanya nggak suka museum, cobain aja dulu masuk. Menurut saya bagus kok. Namanya juga contemporary art kali ya, jadi ada aja sih beberapa art piece yang malah bikin bingung 😀

museum of cont art sydneyIMG-20170326-WA0039

How to get there : enaknya kesini persis setelah dari opera house, atau justru sebelum ke opera house. Karena dari opera house, tinggal telusurin sepanjang circular quay. Kurang lebih 1km. Tapi view quay nya bagus banget. Jadi nggak akan berasa jauh. Apalagi sepanjang quay juga banyak kafe dan restaurant. Bisa lunchy cantik dulu deh 🙂

SEA Aquarium , Wildlife Zoo, Madam Tussauds, Sydney Eye Tower

Nah kenapa dijadiin satu si empat destinasi ini? Karena mereka sepaketan dan lokasinya bersebelahan (kecuali Sydney Eye Tower) di daerah Darling Harbour semua. Dari ketiga tempat itu ke Sydney Eye Tower juga walking distance banget kok. Rekomendasi saya : cobain dateng ke empat-empatnya dan beli tiketnya online, karena jauh jauh lebih murah. Untuk ke empat destinasi diatas, saya cuma bayar $67/person. Sedangkan kalau beli tiket di tempat, 1 tempat aja udah $60 sendiri. Coba cek multi attraction passes nya disini deh

How to get there: Berhubung waktu itu udah hari terakhir dan udah lumayan gempor jalan, lagi-lagi Uber to the rescue. Murah banget kok. Dari World Square cuma $10.

Ok. It’s time for shopping place recommendation.

Paddy’s Market

Ini kayaknya salah satu destinasi wajibnya turis Indonesia yang doyan belanja. Yang mau cari suvenir saya super rekomendasiin kesini sih. Karena lengkap dan murah banget. Sungguh. Bahkan katanya jauh lebih murah dari toko suvenir di Melbourne, Adelaide, dll.

Paddy’s market ini tutup setiap hari Senin dan Selasa. Dicatet yaa. Jadi jangan kecele. Semua toko suvenir ciamik ada di lantai dasar. Banyak dari mbak/mas penjaga toko nya yang bisa berbahasa Indonesia (memang orang Indonesia sih). Jadi mamak-mamak yang mau belanja  atau nawar nggak pusing translate-translate yaah.

As expected sih, ibu saya aja super exciting belanja disini. Semua orang dipikirin mau dibawain oleh-oleh. Oh well…

How to get there: Dari Ibis World Square, walking distance banget. Cuma 350 meter saja.

Queen Victoria Building

Another Indonesian tourist’s favorite. Kalau paddy’s market belanja mureh, yang ini belanja branded. Yang nggak mau belanja branded juga nggak apa-apa banget sih kesini, liat aja bangunannya yang super vintage dan cantik.

My favorite store : Mr & Mrs Jones dan Queen Victoria Basement yang keduanya jual perintilan home decor dan appliances yang gemesh.

Queen-Victoria-Building-Syd

How to get there: Another walking distance dari Ibis Sydney World Square, yaitu sekitar 750 meter.

That’s it. Pingin share juga sih tempat makan yang enak. Either enak dan murah, atau pricey tapi super worth it. Next post maybe yaah.

sign

Disclaimer: Most of the pictures above are private collections. For some pics which not belongs to mine, simply click on it to check the sources 🙂

Cara Bikin Visa Dependent Student Australia

Jadi lebih dari seminggu kemarin mood nulis saya hilang. Gone. Lenyap. Puff..

Ditambah lagi ribet beresin urusan lalalili, mulai dari urus visa, tiket, hotel, asuransi, spt tahunan pribadi dan perusahaan, perpanjang sim dan lain-lain. Sekarang alhamdulillah udah beres semua. Termasuk perpanjang sim yang sempet deg-degan belum bisa diperpanjang karena masa berlaku masih 3 bulan lagi.

Sesuai janji saya waktu itu yaa, saya mau sharing proses saya apply visa.

Jadi  visa yang saya apply  itu istilahnya visa dependent student (untuk suami/istri student). Subclass nya 500, sama dengan subclass student. Tetapi work limitationnya tidak dibatasi, tidak seperti student yang dibatasi hanya 40 hours per fortnight. Fortnight itu dua minggu, yaitu 14 hari mulai dari Senin dan berakhir di hari Minggu depannya. Sayangnya juga untuk tarif transportation umum dll, dependent kena tarif normal, lebih mahal dari student hehe.

Sebagai dependent dari awardee Australia Awards Indonesia, visa saya diurusin dan dibayarin. Jadi jangan tanya berapa ya hehe. Cuma tetep ada beberapa hal yang saya dan suami harus urus sendiri. Basically, yang perlu dibutuhkan dalam aplikasi visa dependent adalah :

  1. Form visa yang saya pakai Form 157A, 956A dan 919. Kalau udah ada anak yang mau ikut ditambah dengan form 1229. Form-form ini bisa langsung di download di sini
  2. Foto ukuran 4×6 1 lembar berwarna
  3. Scan Asli Akte Nikah
  4. Copy visa student penerima beasiswa
  5. Copy passport dependent (halaman depan, belakang dan halaman lain yang ada isinya / signed)
  6. Scan Kartu Keluarga + Copy KTP Spouse (dependent)
  7. Bukti Asuransi Kesehatan untuk keluarga – Certificate OSHC
  8. Bukti Health Assesment Portal (HAP)
  9. Bukti surat penerimaan dari sekolah di Australia untuk anak apabila anak sudah usia sekolah (usia 5 tahun)
  10. Bukti keuangan apabila membawa anak lebih dari 2

Yak udah ada kan nih list nya. Trus mulai dari mana?

Nah kalau saya kemarin mulai dari no.8. dulu, yaitu bikin Health Assesment Portal. Kalau dari Australia Awards,saya dikasih panduannya untuk daftar medcheck. Sebelum dateng ke rumah sakit, saya buat yang namanya IMMIAccount . Setelah itu baru dapet HAP ID dan HAP letter. Nah si HAP letter itu deh yang kita bawa ke rumah sakit.

contoh HAP letter

Rumah Sakit mana aja?

Tentunya rumah sakit yang udah kerjasama dengan kedutaan. Kalau di Jakarta, ada dua RS yang bisa kita datangi, yaitu RS Premier Bintaro dan RS Premier Jatinegara. Kemarin saya di RS Premier Bintaro. Jangan lupa tetap telp ke RS sebelumnya ya untuk bikin appointment. Bilang juga kalau kita medcheck untuk keperluan visa Australia. Trus tinggal dateng deh bawa HAP Letter, paspor dan uang untuk bayar hehe. Karena untuk medcheck dependent nggak di cover beasiswa. Per Maret 2017 biayanya Rp.890.000.

Apa aja yang di cek di medcheck?

Lumayan basic sih. Cuma rontgen paru-paru, tes urine, tes mata, dan cek dokter. Pada saat cek dokter, jangan lupa konsultasi hasil apakah kita sehat semua. Katanya sih Australia sangat ketat untuk penyakit TBC, jadi kalau ada kecenderungan kesitu harus diobati dulu. Setelah saya dinyatakan sehat, baru pak suami bisa memenuhi list no.7 yang diatas.

OSHC itu apa?

OSHC itu Overseas Student Health Cover alias asuransi student selama disana. Untuk awardee/student tentunya dicover beasiswa. Tapi kalau dependent harus bayar sendiri. Dan ini wajib punya. Jadi pak suami waktu itu tinggal datang ke provider asuransi (yaitu Allianz) dan minta untuk upgrade jadi Dual Family. Dual Family itu mengcover 1 student dan 1 dependent. Kalau lebih dari 1 dependent (plus tambah anak), itu termasuk Multi Family. Per maret 2017 juga, biaya  upgrade ke Dual Family sekitar  A$ 3100 (untuk 20 bulan), sedangkan untuk Multi Family bisa sampai belasan ribu dollar :p

Setelah udah ada certificate OSHC?

Baru deh dilengkapi semua check list diatas.  Jangan lupa didownload form visa nya di sini yaa. Setelah semua form visa diisi dan dokumen lain lengkap, saya email ke Mas-mas Australian Award bagian urus mengurus visa.

Saya email kalo nggak salah tanggal 13 Februari dan visa jadi tanggal 28 Februari. Pembuatan visa sendiri biasanya sekitar 14 hari kerja.

Sedangkan untuk visa keluarga saya yang mau ikutan “nganter” sih, saya bikinnya pake bantuan travel aja.  Praktis. Biayanya kemarin Rp.1.818.000 per orang.

Berikutnya, saya posting tentang rencana itinerary saya di Sydney yaa 🙂

sign

 

A whole year packing list to Queensland

aussies-packing-list
Created using Polyvore

February means two more months before my Queensland journey. It is now time to write down the packing list. Instead of just writing, I made it more interesting with Polyvore. Inspired by many “packing list” posts in Pinterest.

Yes judulnya a whole year tapi bajunya cuma seiprit yaa 😀 Ini sebenernya untuk menghemat space aja (plus males bikin banyak-banyak). Lagipula sebenarnya jenis pakaian saya ya itu-itu aja kok jenisnya. Paling nanti jumlah per item aja yang disesuaikan.

First thing before start to pack : Know your destination, terutama cuacanya. Luckily (or not?), Queensland nggak bersalju. Jadi saya nggak perlu bawa perlengkapan winter banget. Tapii, dia tetep dingin pas winter. Terutama angin. Jadi di packing list saya, tetap ada coat, scarf dan beanie untuk menghangatkan telinga.

Kurang lebih, ini list packing saya. Basic items yang bisa di mix and match (ps: source untuk masing-masing item bisa di klik langsung ya)

Row 1 : Basic color camisoles/tank top, Basic color t-shirt, Light blouse,Pullover/Sweater

Row 2 : Denim shirt, Casual Dress, Cardigan/Outer, Blazer/Bomber Jacket

Row 3 : Light Coat, Boyfriend Jeans, Dark Color JeansSkinny black jeans

Row 4 : Swimsuit, Straw hat,Beanie, Scarf, Sunglasses

Row 5 : Medium tote bag, Sling bag, Sandals, Proper Flat, Sneakers

Selain items diatas, ada lagi beberapa perintilan yang akan saya bawa, yaitu :

  • Travel Adaptor
  • Lampu baca lipat ; nemu ini di Ikea. best buy banget! karena dia ringan dan gampang copot pasang nya
  • Linen/Bedsheet ; at least bawa 1, sedangkan untuk ganti-ganti bisa dibeli disana
  • Setrika ; ini titipan paksu, katanya disana mahal jadi bawa aja 😀
  • Basic sewing supplies
  • Beberapa lembar pasfoto dan copy dokumen-dokumen penting , seperti Kartu Keluarga, Akte Nikah, Akte Lahir ; berhubung paspor saya akan habis masa berlakunya pas disana. Jadi saya harus perpanjang disana. *nanti saya share ya gimana cara perpanjang paspor disana

By the way, sebenernya saya niatnya mau share tentang urus visa dependent dulu. Tapi berhubung saya juga masih in progress tanya sana-sini. Jadi nanti kalau sudah issued visa nya, saya share lagi ya 🙂

sign